Terkait Dugaan Korupsi Jiwasraya, Kejagung Panggil 7 Saksi Seluruhnya Hadir

Investigsai Bhayangkara Indonesia, Jakarta – Terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Senin (6/1/2020) hari ini, Kejaksaan memanggil dan memeriksa 7 orang saksi semua datang.

 Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman di temui di gedung Bundar, Kompleks Kejaksaan Agung di Jalan Hasanuddin No.1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/1)2020 mengatakan.Kejaksaan Agung memeriksa tujuh orang saksi  terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Senin (6/1/2020) hari ini. “Hari ini kita undang 7 (orang), datang semua,” ujarnya.

Selanjutnya, Adi menjelaskan para saksi itu terdiri dari mantan agen Bancassurance PT Jiwasraya, Getta Leonardo Arisanto dan Bambang Harsono, Kadiv Pertanggungan Perorangan dan Kumpulan PT Jiwasraya Budi Nugraha, mantan Kepala Pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis PT Jiwasraya Dwi Laksito serta Kadiv Penjualan PT Jiwasraya Erfan Ramsis. Kemudian, Kejagung juga meminta keterangan ahli asuransi dan investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi, ” jelasnya. 

Untuk itu, Adi merinci  satu saksi lainnya adalah Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro. Benny seharusnya diperiksa pada Selasa (31/12/2019) lalu. “Namun, mantan Komisaris Utama PT Hanson tersebut tak dapat hadir karena sedang sakit, ” rincinya.

Lebih lanjut, Adi menandaskan setiap saksi masing-masing diberi sekitar lebih dari 20 pertanyaan untuk mendalami kasus tersebut. “Akan berlanjut sampai pemeriksaan, kita pelajari kembali dan perlu pendalaman-pendalaman untuk membuktikan rankaian peristiwa pidana yang diduga korupsi dan tentunya kita mengukur alat buktinya nanti,”  tandasnya. 

Seiring dengan itu, Adi membeberkan dalam kasus ini, jaksa telah mencegah 10 orang bepergian ke luar negeri. Mereka terdiri dari pegawai Jiwasraya dan pihak swasta.  “Ke-10 orang yang dicekal terdiri dari HR, DYA, HP, MZ, DW, GL, ER, HH, BT, dan AS. Diberitakan, dalam penanganan kasus tersebut, Kejagung telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan dengan nomor PRINT-33/F.2/Fd.2/12/2019 tertangal 17 Desember 2019,” bebernya.

Sementara itu,  Tim penyidik pun sudah memeriksa 89 saksi. Kendati demikian, Kejagung belum menetapkan satu pun seorang tersangka. Adapun, kasus ini terkuak setelah perusahaan asuransi itu memastikan pembayaran kewajiban sebesar Rp 12,4 triliun yang dijanjikan pada Desember 2019 tak bisa terlaksana. 

Hal ini disampaikan Hexana Tri Sasongko selaku Direktur Utama Jiwasraya. “Tentu tidak bisa karena sumbernya dari corporate action. Saya tidak bisa memastikan. Saya minta maaf kepada nasabah,” kata Hexana dalam rapat Komisi VI DPR RI, Senin (16/12/2019). (Vecky Ngelo)

Related posts

Leave a Comment