Miris!! 4 Tahun Warga 2 Kecamatan Terisolir di Aceh Singkil Akibat Akses Jembatan Penghubung Tak Kunjung Diperbaiki

lnvestigasi Bhayangkara Indonesia, Aceh – Jembatan penghubung Desa Lae Sipola menuju Pemko Subulussalam tak kunjung diperbaiki, Ikatan Mahasiswa Kecamatan Singkohor Kabupaten Aceh Singkil di Banda Aceh dan Aceh Besar angkat bicara, Rabu(06/11/2019).

Hendri Bako Mahasiswa Singkohor menjelasakan bahwa jembatan yang menjadi jalan satu satunya yang menghubungkan dua Kecamatan di Aceh Singkil dan Pemko Subulussalam tepatnya di Desa Lae Sipola tersebut sudah 3 tahun lebih rusak parah dan ambruk akibat bencana banjir bandang pada tahun 2015 yang lalu.

“Jembatan itu adalah akses vital bagi masyarakat dua kecamatan yakni Kecamatan Singkohor dan Kecamatan Kota Baharu, yang langsung menghubungkan ke Kota tetangga, kini kondisinya dibiarkan seperti itu saja selama hampir 4 tahun ini,” kata Hendri.

Menururnya, dengan ambruknya jembatan itu, daerah dua Kecamatan menjadi terisolir dari daerah luar. Bagaimana tidak masyarakat dua Kecamatan maupun warga dari luar harus memutar arah agar bisa bepergian.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah agar segera memperbaiki jembatan tersebut, mengingat itu adalah akses vital bagi warga untuk melakukan aktivitas sehari hari,” tutur Hendri.

Sudah hampir 6 tahun masyarakat menahan penderitaan akibat tidak adanya upaya Pemerintah dalam memperbaiki jembatan tersebut.

“Kondisinya yang sangat rawan ambruk, membuat para warga ngeri saat hendak melintas dan bahkan terkadang warga harus mempertaruhkan nyawanya agar bisa menyeberang,” jelas Hendri.

“Semoga pimpinan daerah mendengar jeritan warganya tersebut, sehingga ia memprogramkan pembangunan jembatan itu pada tahun 2020 nanti,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Aceh Singkil Erwin saat dikonfirmasi awak media via telepon menjelaskan bahwa untuk tahun 2020 belum ada di anggarkan dalam hal pembangunan jembatan tersebut.

“Memang kemarin ada Camat Singkohor datang ke kantor perihal jembatan tersebut, namun karena keterbatasan anggaran dengan masih banyaknya sarana infratruktur yang mendesak,” ucap Erwin.

“Kita upayakan jembatan itu diperbaiki secepatnya, namun sebelum itu juga kita kembali melihat kondisi anggaran dulu,” terangnya. [Baharuddin]

Related posts

Leave a Comment