Keberhasilan Pengungkapan Sindikat Kejahatan Transnational

Investigasi Bhayangkara Indonesia, – Masih ingat dengan kejadian 1,7 Miliyar beberapa hari lalu? Sekarang, kami berhasil mengungkap sindikat kejahatan transnational yang menyebabkan kerugian lebih dari 100 Miliyar Rupiah. Bagaimana ceritanya?

Menurut Kasubdit II Dittipidsiber, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, S.IK, M.M, pelaku diduga melakukan pemeriksaan terhadap e-mail korban sehingga diperoleh berbagai informasi penting terkait asset yang korban miliki. Kemudian, pelaku menggunakan informasi yang mereka peroleh untuk melakukan transaksi sebesar 6,9 Juta Euro (sekitar 113 Miliyar Rupiah) dengan mengatasnamakan korban. Canggihnya, sindikat ini juga membuat berbagai dokumen pendukung untuk melancarkan aksinya, seperti akta notaris fiktif, akta pembuatan CV, SIUP dan SITU fiktif, hingga membuka sejumlah rekening bank atas nama perusahaan korban. Modus yang digunakan adalah memindahkan sejumlah dana dari korban menuju rekening yang sudah disiapkan, lalu memecah dana tersebut yang disimpan dalam dua mata uang, yakni US Dollar dan Euro. Kemudian, dana tersebut di-transfer ke sejumlah money changer.

Sejumlah barang bukti yang diamankan antara lain, 7 (tujuh) unit kendaraan roda empat berikut BPKB nya, 4 (empat) buah BPKB kendaraan roda empat lainnya, , 31 (tiga puluh satu) dokumen pendirian CV, 7 (tujuh) sertifikat tanah dan bangunan, 5 (lima) buah KTP, 11 ( sebelas) kartu ATM, 7 (tujuh) unit handphone, 13 (tiga belas) stempel perusahaan, 10 (sepuluh) buah kartu NPWP, dan uang tunai sejumlah Rp 742.600.000,- (tujuh ratus empat puluh dua juta enam ratus ribu rupiah).

Atas kejadian ini, Dittipidsiber menetapkan sejumlah DPO dan bekerja sama dengan Interpol untuk mengeluarkan Red Notice untuk sejumlah tersangka lain yang terlibat dalam aksi penipuan online, khususnya business email

Related posts

Leave a Comment