Kalapas Ajak Warga Binaan Berdoa Bersama di Peringatan 1 Muharram 1441 H

Investigasi Bhayangkara Indonesia, Makassar – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar bersama remaja masjid Dakwatul Ichsan Lapas Kelas I Makassar menggelar kegiatan pengajian dan doa bersama yang dilaksanakan di aula Lapas Kelas I Makassar, Selasa (10/9/19). Kegiatan ini dalam rangka memperingati 1 Muharram 1441 Hijriah.

Ket. Kalapas bersama warga binaan peringati 1 Muharram 1441 H
Peringatan 1 Muharram adalah hari pertama dalam kalender Hijriyah yang ditetapkan sebagai Tahun Baru Hijriyah, pelaksanaan kegiatan doa bersama ini juga tersambung melalui video teleconference yang dipusatkan di Hall Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta Pusat.

Dengan mengambil tema “Marilah Kita Tingkatkan Taqwa Menuju Sumber Daya Manusia Unggul” Doa bersama menuju Indonesia Bersatu ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan langsung oleh Ust. Ujairudin, SH yang dilanjutkan dengan saritilawah oleh saudari Eva Yunita Sari.

Tausiah hikmah 1 Muharram yang dibawakan oleh Ust. KH. Anas Naserih Maruf, pengasuh pondok pesantren Al – Bina, mengingatkan bahwa 1 muharram adalah peristiwa hijrah nabiullah Muhammad SAW yang ditandai dengan berbagai strategi-strategi dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

“intinya hari ini adalah hari dimana Allah mengkonsentrasikan untuk menciptakan alam semesta ini, Pemaknaan bulan Muharram juga berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. Disaat zaman Rasul Allah, peristiwa hijrah dilakukan sebagai strategi dakwah dan menanggapi situasi dan kondisi yang tidak kondusif pada masyararakat Mekkah” Kata KH. Anas Naserih Maruf.

Lebih lanjut, KH. Anas Naserih Maruf juga mengingatkan terkait nasib ketaatan hamba Allah ketika dipenghujung nafasnya “Sesungguhnya nasib saya dan nasib kita semua itu dihitung ketika 2 menit sebelum nafas terakhir kita, pertanyaanya adalah masihka kita taat ketika nafas terakhir itu kita lalui?” Ujar KH. Anas Naserih Maruf

Selain itu Kepala Lapas Kelas I Makassar, Robianto menanggapi bahwa pelaksanaan kerohanian untuk WBP merupakan cara yang efektif dalam menurunkan tingkat kejahatan “Saya kira kegiatan peringatan 1 muharram ini Bagus, apabila dilaksanakan minimal memang kegiatan rohani ini harus sering dilaksanakan agar warga binaan memahami tentang keagamaan dan nilai yang efektif untuk menurunkan tingkat kejahatan, kriminal dan sebagainya” jelas Robianto.
Rizal Marzuki

Related posts

Leave a Comment